BARRU, PRISMAPUBLIK.COM – Wakil Bupati Barru, Dr. Ir. Abustan A. Bintang, M.Si., mengikuti peresmian nasional Sekolah Rakyat bersama Prabowo Subianto secara virtual dari lokasi pembangunan di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Senin (12/1/2026).
Peresmian tersebut mencakup 166 titik Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dengan pusat kegiatan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus menekan angka kemiskinan.
Wabup Barru menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pendidikan di daerah, khususnya melalui program Sekolah Rakyat yang menyasar masyarakat kurang mampu.
Program Nasional untuk Pendidikan dan Pengentasan Kemiskinan
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan strategi nasional untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui peningkatan akses pendidikan.
Pemerintah pusat menargetkan pembangunan hingga 500 unit Sekolah Rakyat pada tahun 2029 guna menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan pendidikan.
Menanggapi hal tersebut, Wabup Barru menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.
“Kami bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas pembangunan Sekolah Rakyat ini. Hari ini telah dilakukan groundbreaking secara nasional,” ujarnya.
Target Rampung Juli 2026
Wabup Barru memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Barru berjalan sesuai target. Ia menyebutkan bahwa seluruh pekerjaan ditargetkan rampung 100 persen pada 14 Juli 2026.
Dengan demikian, fasilitas pendidikan tersebut diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendukung proses belajar mengajar secara optimal.
“Kami berharap pekerjaan dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat guna,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses pembangunan agar berjalan lancar sesuai rencana.
Progres Pembangunan Terus Berjalan
Sejauh ini, progres pembangunan Sekolah Rakyat Barru menunjukkan perkembangan yang positif. Pekerjaan pemancangan dilaporkan telah mencapai ratusan titik, sementara pematangan lahan berada di kisaran 70 hingga 80 persen.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa proyek strategis nasional ini berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan pemerintah.
Dampak bagi Daerah
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Barru diharapkan mampu meningkatkan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu, program ini juga dinilai strategis dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan, terutama dalam menekan angka kemiskinan dan memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan Sekolah Rakyat Barru diharapkan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.
