Wabup Barru Hadiri Khatmul Al-Qur’an 1.410 Santri

Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang menghadiri Khatmul Al-Qur’an yang diikuti 1.410 santri dari tujuh kecamatan di Masjid Agung Nurul Iman Barru.

BARRU, PRISMAPUBLIK.COM – Ribuan santri memenuhi Masjid Agung Nurul Iman Barru, Kamis (25/6/2026). Sebanyak 1.410 santri dari TPQ/TPA dan Pengajian Tradisional se-Kabupaten Barru mengikuti penamatan atau Khatmul Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah.

Wakil Bupati Barru Dr. Ir. Abustan Andi Bintang, M.Si., hadir dalam kegiatan tersebut. Ia membawa salam hormat sekaligus permohonan maaf dari Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari yang sedianya menghadiri acara, namun masih menjalankan tugas kedinasan di luar daerah.

Di hadapan para santri, orang tua, guru mengaji, serta tokoh agama yang hadir, Abustan menyebut penamatan Al-Qur’an sebagai salah satu momen paling istimewa dalam perjalanan pendidikan seorang anak.

Menurutnya, khatam Al-Qur’an bukan sekadar tanda bahwa seorang santri telah menyelesaikan bacaan, tetapi menjadi pengingat tentang pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Di antara berbagai penamatan yang ada, penamatan Al-Qur’an adalah yang paling istimewa. Karena Al-Qur’an merupakan guidance atau petunjuk hidup kita dalam menjalani kehidupan di dunia dan insyaallah menjadi jalan keselamatan di akhirat,” katanya.

Orang Tua dan Guru Mengaji Jadi Bagian Penting

Di balik ribuan santri yang mengikuti prosesi tersebut, ada peran orang tua yang sejak awal mengenalkan anak-anak mereka kepada Al-Qur’an. Abustan memberikan penghargaan khusus kepada para orang tua yang telah mengarahkan putra-putrinya untuk belajar membaca, menghafal, memahami, hingga mengamalkan kandungan Al-Qur’an.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para orang tua yang telah memasukkan anak-anaknya ke jalan yang benar. Membiasakan mereka dekat dengan Al-Qur’an sejak kecil merupakan investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Bagi Abustan, pendidikan keagamaan sejak usia dini memiliki arti penting dalam membangun karakter generasi muda. Kehadiran Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dan majelis-majelis pengajian dinilai menjadi salah satu benteng dalam membentuk anak-anak yang memiliki akhlak mulia serta berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Apresiasi serupa diberikan kepada para guru mengaji dan pengurus TPA. Mereka dinilai memiliki peran besar karena secara konsisten mendampingi anak-anak belajar Al-Qur’an, bahkan dengan keterbatasan yang ada.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru mengaji dan pengurus TPA yang telah bekerja dengan penuh keikhlasan membimbing anak-anak kita. Peran mereka sangat besar dalam membentuk generasi Qurani di Kabupaten Barru,” ujar Abustan.

Ia berharap perhatian terhadap kesejahteraan para guru mengaji dapat terus ditingkatkan. Menurutnya, pengabdian mereka tidak hanya menyentuh aspek pendidikan agama, tetapi ikut memberi warna dalam pembentukan karakter generasi muda Barru.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. H. Irman, S.Ag., M.Si., berharap kegiatan Khatmul Al-Qur’an setiap Muharram dapat berkembang menjadi tradisi lokal yang terus dijaga.

Menurut Irman, kegiatan tersebut sekaligus menghidupkan kembali tradisi penamatan Al-Qur’an yang pernah kuat di tengah masyarakat. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an.

“Semoga khatam Al-Qur’an setiap Muharram ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk senantiasa membaca, memahami, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tahun ini terasa semakin semarak karena diikuti santri dari tujuh kecamatan di Kabupaten Barru. Mereka berasal dari berbagai TPQ/TPA dan Pengajian Tradisional yang hadir bersama pendamping dan keluarga.

Menutup sambutannya, Abustan berpesan agar prosesi penamatan tidak dipandang sebagai garis akhir dalam belajar Al-Qur’an. Sebaliknya, khatam menjadi titik awal untuk semakin dekat dengan kitab suci dan menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat kepada anak-anakku yang hari ini menamatkan Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Jangan berhenti belajar, teruslah membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya agar menjadi generasi yang membanggakan agama, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Iman Barru itu turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Barru, staf ahli Bupati, para asisten Setda, Kabag Kesra Setda Barru, jajaran Kementerian Agama, TP PKK, Baznas, para camat, kepala KUA, pengurus LPTQ Kabupaten dan kecamatan, serta organisasi dan lembaga keagamaan lainnya.

Di tengah suasana Muharram yang sarat makna, ribuan santri itu menjadi gambaran bahwa tradisi belajar Al-Qur’an masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat Barru. Prosesi khatam hari itu bukan hanya tentang selesainya sebuah tahapan belajar, tetapi juga tentang harapan orang tua, ketekunan para guru, dan doa agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan nilai-nilai agama.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama