BARRU, PRISMAPUBLIK.COM – Pemerintah Kabupaten Barru mempercepat rencana pengembangan Wisata Pasir Putih Desa Batupute sebagai destinasi unggulan berbasis pesisir. Upaya tersebut mendapat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Program Desa BRILiaN berupa bantuan senilai Rp300 juta untuk mendukung revitalisasi dan penataan kawasan wisata.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang dipimpin Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, bersama Sekretaris Daerah Barru, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora), Pimpinan Cabang BRI Barru, Camat Soppeng Riaja, Kepala Desa Batupute, Ketua BPD, dan pengelola BUMDes Desa Batupute di Rumah Jabatan Bupati Barru, Rabu (13/5/2026).
Wisata Batupute Diproyeksikan Jadi Destinasi Unggulan Barru
Kepala Dinas Parekrafpora Barru, Dr. H. Muh. Syukri, SKM., M.Kes., menjelaskan kawasan pesisir Desa Batupute memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru yang terintegrasi dengan kawasan wisata Lasonrai.
Menurutnya, kawasan pantai tersebut memiliki bentang pesisir sepanjang sekitar 1.200 meter dan selama ini telah dimanfaatkan masyarakat, termasuk untuk aktivitas perkebunan kelapa. Pemerintah desa bersama masyarakat kini mulai menyiapkan pengembangan kawasan wisata secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek legalitas, tata ruang, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.
Dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut juga datang dari Bank BRI melalui Program Desa BRILiaN. Kepala Cabang BRI Barru, Ardiansyah, mengatakan Desa Batupute berhasil masuk dalam 12 Desa BRILiaN terbaik tingkat nasional sehingga memperoleh bantuan pengembangan sebesar Rp300 juta.
“Dana ini nantinya diperuntukkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan potensi desa,” jelasnya.
Bupati Tekankan Legalitas Lahan dan Konsep Berkelanjutan
Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, menyampaikan apresiasi kepada Bank BRI atas dukungan terhadap pengembangan potensi wisata desa. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
“Saya mengapresiasi Bank BRI atas perhatian dan dukungannya terhadap pengembangan wisata di Desa Batupute. Bantuan ini tentu menjadi semangat baru bagi masyarakat untuk mengelola potensi wisata secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujar Bupati.
Ia menilai Kabupaten Barru memiliki potensi wisata pesisir yang sangat besar apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Pengembangan kawasan pantai, kata dia, dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus menambah pendapatan masyarakat maupun daerah.
“Kalau potensi wisata pantai ini kita kelola dengan baik, tentu akan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan daerah. Yang penting adalah perencanaannya matang, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan lingkungan,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan agar seluruh proses pengembangan Wisata Pasir Putih Desa Batupute didahului dengan kejelasan status kepemilikan lahan. Menurutnya, aspek legalitas harus dipastikan sejak awal untuk menghindari potensi konflik di kemudian hari.
“Saya minta semua dipastikan jelas alas haknya. Jangan sampai niat baik untuk membangun kawasan wisata justru menimbulkan konflik di kemudian hari. Semua harus dibicarakan dan diselesaikan dengan baik bersama masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Andi Ina meminta penggunaan dana bantuan dilakukan secara cermat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang dan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata. Ia juga mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang berhasil mengembangkan destinasi wisata berbasis inovasi meski memiliki keterbatasan sumber daya alam.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Barru, A. Syarifuddin, S.IP., M.Si., menekankan pentingnya penyusunan master plan kawasan wisata oleh tenaga ahli agar pembangunan fasilitas wisata berjalan sesuai kebutuhan tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir.
Menurutnya, keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menciptakan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.
“Pariwisata bukan hanya soal tempat yang indah, tetapi juga bagaimana masyarakat siap menerima wisatawan, menjaga lingkungan, dan menciptakan kesan yang baik bagi pengunjung,” jelasnya.
Dalam pengembangannya, kawasan Wisata Pasir Putih Desa Batupute akan mengusung konsep wisata berbasis konservasi dan ekologi dengan tetap menjaga keberadaan hutan mangrove sebagai bagian dari daya tarik kawasan. Pemerintah Kabupaten Barru berharap destinasi ini nantinya terintegrasi dengan kawasan wisata pesisir lainnya sehingga mampu menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, pengembangan UMKM, serta peningkatan sektor pariwisata daerah.
