BARRU, PRISMAPUBLIK.COM – Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, S.IP., M.Si., secara resmi membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten dalam mendukung Transformasi Layanan Primer melalui Posyandu, di Cafe 3R, Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat melalui Posyandu yang kini telah bertransformasi menjadi layanan kesehatan berbasis siklus hidup.
Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala puskesmas, Tim Penggerak PKK kecamatan, hingga unsur lintas sektor lainnya. Kehadiran berbagai pihak mencerminkan komitmen bersama dalam menyukseskan transformasi layanan primer yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Posyandu Kini Layani Seluruh Siklus Kehidupan
Dalam sambutannya, Andi Syarifuddin menegaskan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi hanya identik dengan pelayanan bagi balita dan ibu hamil. Melalui transformasi layanan primer, Posyandu telah berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh kelompok usia.
“Sekarang Posyandu telah bertransformasi melayani seluruh kluster usia hidup, mulai dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, ibu bersalin, anak usia sekolah, usia dewasa hingga lansia. Artinya pelayanan ini menjadi lebih holistik dan terpadu,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis promotif dan preventif sehingga masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.
Ia menilai keberadaan Posyandu memiliki posisi yang sangat penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat. Karena itu, seluruh unsur pemerintah hingga tingkat desa diharapkan mampu memperkuat koordinasi agar setiap program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Sekda Barru juga menyoroti pentingnya dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam pelaksanaan transformasi layanan primer. Ia mengingatkan bahwa program yang didanai melalui DAK merupakan program prioritas pemerintah pusat sehingga pelaksanaannya harus menjadi perhatian serius seluruh daerah.
“Pemerintah pusat ingin memastikan program pelayanan dasar seperti ini berjalan di semua daerah dan semua tingkatan. Karena itu daerah tidak boleh lalai dalam pelaksanaannya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa forum koordinasi dan evaluasi bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah untuk mengidentifikasi berbagai capaian maupun hambatan yang dihadapi di lapangan agar dapat diselesaikan melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Pertemuan ini harus memiliki output yang jelas. Permasalahan yang ditemukan harus didiskusikan bersama untuk memperoleh solusi yang tepat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan langkah-langkah kerja yang terukur agar proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara optimal.
“Langkah-langkah yang terukur penting karena dapat dievaluasi dan dimonitor. Semua harus memiliki standar, waktu pelaksanaan, dan penanggung jawab yang jelas,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Barru turut menyoroti pentingnya tingkat kunjungan masyarakat ke Posyandu sebagai salah satu indikator keberhasilan transformasi layanan primer. Menurutnya, Posyandu memegang peranan penting dalam mendukung percepatan penanganan stunting melalui konsep Empat Pasti, salah satunya memastikan seluruh sasaran tercatat dengan baik.
“Mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita harus terdaftar di wilayah kerja Posyandu masing-masing. Posyandu menjadi ujung tombak pelaksanaan itu,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa capaian Posyandu Siklus Hidup Aktif di Kabupaten Barru menunjukkan tren positif. Dari total 275 Posyandu yang ada, terjadi peningkatan sebesar 21,8 persen, yang mencerminkan semakin kuatnya komitmen seluruh pihak dalam mendukung implementasi transformasi layanan primer.
“Transformasi layanan primer menuntut perubahan cara kerja yang lebih terpadu, lebih responsif, dan lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Sekda kembali mengingatkan bahwa setiap program pemerintah harus mampu menghasilkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, seluruh kegiatan harus memiliki target, indikator keberhasilan, dan hasil yang dapat diukur secara jelas.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Wirdha, S.Farm., Apt., menjelaskan bahwa Rapat Koordinasi Tim Pembina Posyandu merupakan forum resmi untuk menyelaraskan arah kebijakan, program, dan pelaksanaan kegiatan Posyandu mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor, mengevaluasi capaian program yang telah berjalan, sekaligus menyusun rencana tindak lanjut yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Rapat koordinasi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi seluruh perangkat daerah dan mitra terkait dalam mengoptimalkan Transformasi Layanan Primer melalui Posyandu. Dengan pelayanan yang semakin terpadu, Pemerintah Kabupaten Barru optimistis kualitas pelayanan kesehatan dasar dapat terus meningkat sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera.
